Mitos Tentang Baterai Pada Smartphone

Seiring berkembangnya Smartphone, tidak ketinggalan baterai juga mengalami perkembangan sebagai penunjang daya pada smartphone, yang secara tidak langsung tips-tips lama atau pengetahuan lama mengenai baterai juga mengalami perubahan. Dan masih banyak yang percaya mitos-mitos lama tentang memperpanjang umur baterai pada smartphone maupun perangkat elektronik lainnya. apa saja mitos-mitos tersebut?
Mitos: Kosongkan baterai sebelum mengisinya kembali
1465045038590939310
Pernyataan seperti ini sering kali kita dengar atau kita baca, padahal itu tidak berlaku pada teknologi baterai pada saat ini, mengosongkan baterai supaya bisa mengisinya penuh kembali. Perlu Oprekers ketahui, baterai pada jaman sekarang menggunakan lithium-ion yang berarti tidak akan mengalami permasalahan seperti baterai pada zaman dahulu, yang masih menggunakan bahan nikel kadmium dan nikel-metal hidrida.
Oprekers bisa kapanpun mengisi baterai pada perangkat Oprekers tanpa harus mengosongkan baterai supaya mendapatkan hasil yang maksimal, karena  lithium-ion memiliki cara kerja dalam satu siklus, dengan kata lain baterai lithium-ion bisa menangani ratusan kali siklus isi / kuras (charge/discharge) juga tidak ada efek memory, itu artinya Oprekers tidak harus menunggu baterai benar-benar kosong untuk melakukan isi ulang.
Kebanyakan produsen masih menyarankan Oprekers ” mengkalibrasi ” baterai dengan pemakaian dan pengisian sekali setiap satu sampai tiga bulan . Karena hidup keseluruhan baterai akan berkurang dari waktu ke waktu. Padahal kenyatannya sebuah baterai lithium-ion hanya kehilangan 5% isinya setiap bulan, dibandingkan dengan baterai NiMH yang kehilangan 20% isinya per bulan. Dan tujuan Pengosongan ke 0 % sebulan sekali membantu sistem operasi mengkalibrasi siklus hidup penuh baterai sehingga tahu persis berapa banyak isi baterai telah berkurang dari waktu ke waktu.
Bagaimanapun saat ini baterai smartphone sudah mengalami perkembangan sehingga tidak dibutuhkan kalibrasi secara manual, karena akan otomatis terkalibrasi dengan bantuan software, karena terlalu sering mengosongkan daya pada baterai Li-ion justru akan mempercpat umur baterai itu sendiri.
Mitos : Pengisian Baterai Semalaman Dapat Mempersingkat Masa Penggunaan Batterai
overnight
Mitos ini mirip-mirip dengan Kalibrasi, dulu mungkin cara ini bisa merusak baterai dengan ” pengisian yang berlebihan”, atau membiarkan baterai terisi sepanjang waktu. Pada jenis baterai Li-ion zaman dahulu, jika terlalu lama dicolok maka akan kepanasan atau bisa menimbulkan ledakan (dalam beberapa kasus). Yang pada akhirnya akan mengurangi kapasitas muatan dan jangka hidup baterai. 
Namun sekali lagi, hari ini pengisi daya dan smartphone cukup cerdas untuk mencegah hal ini terjadi . Mengisi daya terlalu lama memang masih dapat menimbulkan degradasi pada umur baterai, tapi dengan teknologi sekarang, hal tersebut bisa dicegah dan diminimalisir, sebisa mungkin menjaga daya baterai diantara 20%-80%, dengan cara ini terbukti akan memperpanjang umur baterai itu sendiri. Dan kabar baiknya adalah mengisi baterai semalaman saat Oprekers tidur, bahkan sampai penuh, tidak banyak berpengaruh negatif terhadap baterai pada saat ini berbeda pada baterai zaman dulu.
Yang pada akhirnya, kembali bagaimana kita merawat perangkat kita supaya bisa lebih tahan lama, karena singkatnya masa penggunaan perangkat disarankan menggantinya 2 tahun sekali.
Mitos : Menutup Aplikasi Dapat Meningkatkan Umur Batterai
taskkill
Mitos yang satu ini lebih membingungkan, mungkin untuk banyak user beranggapan menutup aplikasi dapat menghemat baterai, padahal kenyataannya saat aplikasi ditutup maka aplikasi tersebut masih akan berjalan dibackground, secara tak terlihat, baik di manajemen aplikasi, atau manajemen memori, karena pada dasarnya aplikasi yang menutup hanya akan “sedikit” memperpanjang umur baterai, tapi kenyatannya masih berjalan dibackground.
Banyak User yang percaya dengan aplikasi “killer task”, “clear Ram”, dsb dapat secara instan menutup aplikasi yang berjalan, dan kenyatannya itu sia-sia. dengan menutup aplikasi justru akan merestart ulang aplikasi tersebut saat dibuka kembali, yang artinya kerja processor akan berat dan akan melahap penggunaan RAM, karena harus mulai dari ulang, daripada mematikan aplikasi yang berjalan, lebih baik membersihkan atau mematikan data yang berjalan di latar belakang (background) cara ini lebih efektif daripada harus mematikan aplikasi yang berjalan di foreground.
Di android untuk melakukan itu Oprekers bisa melakukan pada halaman Settings > Wireless & networks > Data usage lalu set “Allow background data” to “Restrict background data.” Namun perlu diperhatikan, tidak semua aplikasi bisa berjalan tanpa background data, playstore misalnya.
Mitos: Menonaktifkan Bluetooth, Wi-Fi, dan Location Services Dapat Menghemat Baterai
xwifi-bluetooth
Dalam hal ini, tidak sepenuhnya salah, karena pada dasarnya semakin hardware jarang digunakan maka baterai akan sedikit terpakai, tapi tidak berarti dengan menonaktifkan fitur tersebut akan secara efektif memperpanjang umur baterai, karena kenyataannya pada smartphone yang paling rakus melahap baterai bukannya bluetooth, wi-fi maupun location services tetapi Layar, rata-rata konsumsi daya untuk penggunaan layar berkisar 60%-70% dari keseluruhan daya baterai.(CR/MR)